Alhamdulillah, berkat kemudahan dari Allah, melalui kesungguhan pengelola Maghrib Mengaji maupun jama'ah yang senantiasa istiqomah mengikuti tadarus maghrib di Masjid Baitul Muktamar, perkembangannya hingga saat ini cukup menggembirakan. Hingga hari kemarin (Rabu 20 Agustus 2014), Bpk-Ibu, Remaja, serta Mahasiswa, sudah mulai ramai yang mengikuti tadarus. Terimakasih kepada pak Slamet dan jajaran pengurus masjid yang mendukung penuh kegiatan ini; rekan kompak di tim Pembina Rebmar (kDira, bgAan, bgAdam, plus kSisil) yg senantiasa menularkan semangat juang dan ide segar; Sdr Sardi, qori yang senantiasa membimbing bacaan peserta; pasangan Bu Yen & Pak Daswir yang kerap hadir bersama; Pak Dt. Sati atas perhatian dan masukannya; dik Alif yang hadir sejak hari pertama; dik Harid yg perkembangannya luarbiasa; akh Wahyudi mahasiswa PCR yang getol mengajak teman-teman Kost nya; dan semua pihak yang tidak dapat dieja satu persatu. Insyaallah semua tidak akan luput dari pencatatan Allah dan Malaikat-Nya. Semoga Allah membalasnya dg kebaikan juga. "Hal jazaa'ul ihsaani illal ihsaan (Tidak ada balasan untuk kebaikan, selain kebaikan (pula)" (QS Ar-Rahman : 60).
Insyaallah, mulai pekan depan, kegiatan Tadarus di Masjid akan kita lengkapi dengan Bimbingan Tahsin.
Eh, sudah baca qur'an hari ini? :-)
Maghrib Mengaji
Baca Qur'an selepas sholat maghrib, sebelum mengerjakan yang lain-lain.
Rabu, 20 Agustus 2014
Sabtu, 16 Agustus 2014
Kajian di #BaitulMuktamar
tadi maghrib, oleh ust Sutrisno Badroen: "..Allah itu baik..". Maka apa
yg terjadi pada diri kita, SEMUANYA adalah baik bagi kita. Kita senang,
itu baik. Kita sedih, itu juga baik. Semua taqdir kita adalah baik. Sehingga
tidak ada alasan untuk menyalahkan kondisi. Jalanan macet, jangan
omelin supir lain. Lampu merah lama, jangan marahin lampu merah nya.
Kesandung ember, bukan salah ember nya. Anda membaca tulisan sederhana
ini, juga bukan salah saya.
Jadi, yuk syukuri semua yg kita miliki dan kita alami. (Suer, tausiyah
ust Sutrisno tadi bener-bener dalam maknanya buat saya. Makasih ust)
Minggu, 10 Agustus 2014
Hari Perdana Maghrib Mengaji
Alhamdulillah, program Maghrib Mengaji hari perdana telah terlaksana. Berikut liputannya..
BAITULMUKTAMAR - Jamaah sholat, bangunan masjid, bahkan hewan melata yang ada di dinding masjid, semua menjadi saksi atas terlaksananya program Maghrib Mengaji hari perdana, yang bertepatan pada hari Ahad 10 Agustus 2014, atau 14 Syawal 1435 H.
Hanya beberapa saat setelah pelaksanaan sholat maghrib, salah seorang pengurus masjid -Sony Martin- mengumumkan himbauan kepada kaum muslim di lingkungan masjid Baitul Muktamar, baik yg mengikuti sholat berjamaah di masjid maupun yg berada di rumah, kamar kost, warung, dll, untuk menyempatkan diri membaca alqur'an selepas melaksanakan sholat maghrib, sebelum hal yang lain. Jangan dulu mengambil makan malam, jangan membuka HP/gadget, jangan menyalakan TV, dll. Langsung, baca alqur'an. Adapun jamaah sholat maghrib, dihimbau untuk tetap berada di masjid dan membaca alqur'an, baik sendiri-sendiri maupun bersama (seperti tadarusan di bulan ramadhan).
Di awal pertemuan tadi, Sony memberikan penjelasan bahwa inti dari program ini adalah: JANGAN SAMPAI ADA SATU HARI YANG TERLEWATKAN TANPA MEMBACA AL-QUR'AN, meskipun hanya satu ayat. Biarpun sedikit, asalkan konsisten setiap hari. Ditambahkan oleh Sony, alasan pemilihan waktu ba'da maghrib adalah karena di waktu-waktu yg lain relatif lebih sulit kondisinya. Ba'da shubuh, sebagian besar sedang bersiap untuk berangkat sekolah atau kerja. Ba'da zhuhur dan ashar, sedang berada di lingkungan kerja / sekolah. Ba'da isya, sebagian warga sudah bersiap untuk istirahat. Maka ba'da maghrib adalah yang paling ideal untuk perguliran program ini. Tentu saja, bukan berarti membatasi waktu dalam berinteraksi dengan al-qur'an. Namun program ini hanya stimulan agar kaum muslimin kembali mengisi hari-harinya dengan alqur'an.
Adapun teknis program ini,dapat dilaksanakan dengan beberapa model:
-mengaji bersama-sama di masjid (seperti tadarusan di bulan ramadhan)
-mengaji sendiri-sendiri di masjid
-mengaji di masjid dengan dibimbing oleh guru tahsin (insyaallah sedang dirancang mekanisme nya)
-mengaji sendiri-sendiri di rumah, kamar kost, warung, tempat kerja, dll
-mengaji bersama keluarga di rumah (melibatkan ayah-ibu-anak dll)
-dll, silakan dikreasikan sendiri
Sony juga memaparkan, bahwa pengurus masjid mencoba memahami juga situasi kondisi yang ada, misalnya: adanya jamaah yang mungkin masih malu karena bacaannya masih belum baik, atau umur yang sudah lansia, atau lebih suka melakukan tilawah sendiri. Maka untuk hal seperti ini, menurut Sony, sama sekali tidak menjadi penghalang untuk ikut ambil bagian dalam program yang sangat baik ini. Tidak ada paksaan untuk harus ikut forum tadarus menggunakan mike dan suaranya diperdengarkan hingga ke lingkungan sekitar masjid. Tidak mesti juga ikut mengaji bersama, dimana nanti akan bertemu berbagai usia (sangat boleh jadi seorang nenek akan bertemu dengan cucunya) maka silakan mengaji sendiri-sendiri. Tidak juga harus ikut dari selesai maghrib hingga sampai masuk waktu isya, silakan jalani sesuai waktu dan kesibukan yang ada.
Selama pelaksanaan tadarus di masjid tadi, pengurus masjid sengaja memperdengarkan suara tilawah ke lingkungan masjid, menggunakan speaker yang biasa digunakan untuk adzan. "Hal ini dimaksudkan dalam rangka syi'ar dan untuk menciptakan suasana membaca alqur'an. Setidaknya, warga yang berada di rumah, mahasiswa yang ada di kamar kost nya, menjadi ingat untuk membaca alqur'an dikarenakan mendengar suara tadarusan dari masjid", Sony menuntaskan penjelasannya.
Insyaallah program ini akan dilaksanakan setiap hari. Perkembangan beberapa waktu ke depan akan menjadi pertimbangan dan masukan untuk menyempurnakan pelaksanaan program ini. Mari dukung dan gabung dalam aktifitas kebaikan ini. []
BAITULMUKTAMAR - Jamaah sholat, bangunan masjid, bahkan hewan melata yang ada di dinding masjid, semua menjadi saksi atas terlaksananya program Maghrib Mengaji hari perdana, yang bertepatan pada hari Ahad 10 Agustus 2014, atau 14 Syawal 1435 H.
Hanya beberapa saat setelah pelaksanaan sholat maghrib, salah seorang pengurus masjid -Sony Martin- mengumumkan himbauan kepada kaum muslim di lingkungan masjid Baitul Muktamar, baik yg mengikuti sholat berjamaah di masjid maupun yg berada di rumah, kamar kost, warung, dll, untuk menyempatkan diri membaca alqur'an selepas melaksanakan sholat maghrib, sebelum hal yang lain. Jangan dulu mengambil makan malam, jangan membuka HP/gadget, jangan menyalakan TV, dll. Langsung, baca alqur'an. Adapun jamaah sholat maghrib, dihimbau untuk tetap berada di masjid dan membaca alqur'an, baik sendiri-sendiri maupun bersama (seperti tadarusan di bulan ramadhan).
Di awal pertemuan tadi, Sony memberikan penjelasan bahwa inti dari program ini adalah: JANGAN SAMPAI ADA SATU HARI YANG TERLEWATKAN TANPA MEMBACA AL-QUR'AN, meskipun hanya satu ayat. Biarpun sedikit, asalkan konsisten setiap hari. Ditambahkan oleh Sony, alasan pemilihan waktu ba'da maghrib adalah karena di waktu-waktu yg lain relatif lebih sulit kondisinya. Ba'da shubuh, sebagian besar sedang bersiap untuk berangkat sekolah atau kerja. Ba'da zhuhur dan ashar, sedang berada di lingkungan kerja / sekolah. Ba'da isya, sebagian warga sudah bersiap untuk istirahat. Maka ba'da maghrib adalah yang paling ideal untuk perguliran program ini. Tentu saja, bukan berarti membatasi waktu dalam berinteraksi dengan al-qur'an. Namun program ini hanya stimulan agar kaum muslimin kembali mengisi hari-harinya dengan alqur'an.
Adapun teknis program ini,dapat dilaksanakan dengan beberapa model:
-mengaji bersama-sama di masjid (seperti tadarusan di bulan ramadhan)
-mengaji sendiri-sendiri di masjid
-mengaji di masjid dengan dibimbing oleh guru tahsin (insyaallah sedang dirancang mekanisme nya)
-mengaji sendiri-sendiri di rumah, kamar kost, warung, tempat kerja, dll
-mengaji bersama keluarga di rumah (melibatkan ayah-ibu-anak dll)
-dll, silakan dikreasikan sendiri
Sony juga memaparkan, bahwa pengurus masjid mencoba memahami juga situasi kondisi yang ada, misalnya: adanya jamaah yang mungkin masih malu karena bacaannya masih belum baik, atau umur yang sudah lansia, atau lebih suka melakukan tilawah sendiri. Maka untuk hal seperti ini, menurut Sony, sama sekali tidak menjadi penghalang untuk ikut ambil bagian dalam program yang sangat baik ini. Tidak ada paksaan untuk harus ikut forum tadarus menggunakan mike dan suaranya diperdengarkan hingga ke lingkungan sekitar masjid. Tidak mesti juga ikut mengaji bersama, dimana nanti akan bertemu berbagai usia (sangat boleh jadi seorang nenek akan bertemu dengan cucunya) maka silakan mengaji sendiri-sendiri. Tidak juga harus ikut dari selesai maghrib hingga sampai masuk waktu isya, silakan jalani sesuai waktu dan kesibukan yang ada.
Selama pelaksanaan tadarus di masjid tadi, pengurus masjid sengaja memperdengarkan suara tilawah ke lingkungan masjid, menggunakan speaker yang biasa digunakan untuk adzan. "Hal ini dimaksudkan dalam rangka syi'ar dan untuk menciptakan suasana membaca alqur'an. Setidaknya, warga yang berada di rumah, mahasiswa yang ada di kamar kost nya, menjadi ingat untuk membaca alqur'an dikarenakan mendengar suara tadarusan dari masjid", Sony menuntaskan penjelasannya.
Insyaallah program ini akan dilaksanakan setiap hari. Perkembangan beberapa waktu ke depan akan menjadi pertimbangan dan masukan untuk menyempurnakan pelaksanaan program ini. Mari dukung dan gabung dalam aktifitas kebaikan ini. []
Senin, 28 Juli 2014
Di hamparan sajadah Baitul Muktamar
Kubuka kembali lembaran surat cinta-Nya
Alif lam mim dan huruf lainnya
Sebulan yang penuh interaksi mesra:
membaca, mentadabburi, dan menghafalnya
Tak sendiri, sering pula ada jamaah lain yang melakukan hal yg sama
Menit demi menit ba'da sholat subuh yang bergulir tak terasa
Di selingi sholat syuruq dan dhuha
Duhai, andai saja semua bulan adalah Ramadhan
Amboi, jika saja semua malam adalah Lailatul Qadar
Syawal, dan bulan selanjutnya
Adalah perjuangan yang sesungguhnya
Adakah mereka akan sama cemerlangnya dengan Ramadhan
Akankah ku mampu menghidupkannya dengan tahajjud dan tilawah
Bisakah kuwarnai dengan sedekah dan amalan sunnah
Tak kan
Tak kan kubiarkan iman ini
Kembali surut
Kubuka kembali lembaran surat cinta-Nya
Alif lam mim dan huruf lainnya
Sebulan yang penuh interaksi mesra:
membaca, mentadabburi, dan menghafalnya
Tak sendiri, sering pula ada jamaah lain yang melakukan hal yg sama
Menit demi menit ba'da sholat subuh yang bergulir tak terasa
Di selingi sholat syuruq dan dhuha
Duhai, andai saja semua bulan adalah Ramadhan
Amboi, jika saja semua malam adalah Lailatul Qadar
Syawal, dan bulan selanjutnya
Adalah perjuangan yang sesungguhnya
Adakah mereka akan sama cemerlangnya dengan Ramadhan
Akankah ku mampu menghidupkannya dengan tahajjud dan tilawah
Bisakah kuwarnai dengan sedekah dan amalan sunnah
Tak kan
Tak kan kubiarkan iman ini
Kembali surut
Jumat, 18 Juli 2014
Qur'an itu obat
Bismillah..
Broji-Sistaji (brother sister yang suka mengaji, hehe).. pernah galau? Atau agak galau? Atau nyaris galau? Saya pernah donk. Itu buktinya saya manusia normal :)
Suatu ketika makhluk bernama galau itu datang menghampiri. Ciluk..Baaa! Dan tiba-tiba semua menjadi kusut dan semrawut, gelap dan lengket. Mau ngapain aja, ujung-ujungnya pasti ngga beres. Di titik itu, pengennya otak ini di-klik kanan, lalu pilih menu Format, dan muncul peringatan "Formatting your brain will remove all of your memory", lalu "Are you sure?", dan dengan tangkasnya tombol Yes dipencet. Bret! Otak kosong lagi, dan mulai lah hidup baru lagi.
Tapi itu kan ngga mungkin. Makanya galau ya tetap galau.
Nah Broji-Sistaji, pernah suatu saat si galau itu masuk ke level 9 dalam skala 10. Kepala berdenyut-denyut nyaingin degub jantung, menciptakan harmoni musik yang tak sedap. Eee..lagi kayak gitu, nemu buku kecil berbungkus kulit di atas meja: Al-Qur'an.. Tiba-tiba aja ni hati memprovokasi, buka! buka! buka! katanya. Ya udah dibuka deh tu Qur'an. Trus, mulai deh dibaca. Pelan-pelan.. kata per kata.. Terus, dibaca terjemahannya. Ahh, enjoy abiz Broji! Terasa ada yang mengalir di sela-sela hati. Serrr..dan tiba-tiba dunia seperti terang kembali. Bukan, bukan berarti masalah nya udah ilang. Tapi kita jadi lebih berani menghadapinya. You know why? sebab kita jadi serasa punya solusi. Entah apa solusi itu konkritnya, tapi terasa ada. Misalnya gini.. Kalau saya galau gara-gara banyak utang, nah bukan berarti setelah baca Qur'an trus tiba-tiba utangnya jadi lunas. Ngga. Tapi saya jadi tenang karena yakin bahwa Tuhan yang Kalam-Nya baru saja saya baca ini, pastilah Sang Pemberi Rezeki. Masa' iya saya bakal dibiarin terus tenggelam dalam utang. Jadi, Qur'an itu buat saya adalah obat hati. Ia bukan 'Tips & Trik', atau 'Rumus Singkat' yang menyajikan langkah-langkah teknis untuk menyelesaikan masalah saya. Ia terlalu 'rendah' kalau hanya untuk menjawab persoalan kita secara teknis. Ia jauh lebih dahsyat dari itu. Ia menyelesaikan persoalan langsung di pusatnya: hati. Kan kata Rasulullah, di dalam tubuh kita ini ada hati, jika ia baik maka semua akan oke, tapi kalau ia tidak baik niscaya semua jadi error. Nah, Qur'an ini langsung ke situ, ke hati kita.
Jadi, kalau galau lagi Broji-Sistaji, baca lah Qur'an. Insyaallah pasti tokcer. Suer!
Broji-Sistaji (brother sister yang suka mengaji, hehe).. pernah galau? Atau agak galau? Atau nyaris galau? Saya pernah donk. Itu buktinya saya manusia normal :)
Suatu ketika makhluk bernama galau itu datang menghampiri. Ciluk..Baaa! Dan tiba-tiba semua menjadi kusut dan semrawut, gelap dan lengket. Mau ngapain aja, ujung-ujungnya pasti ngga beres. Di titik itu, pengennya otak ini di-klik kanan, lalu pilih menu Format, dan muncul peringatan "Formatting your brain will remove all of your memory", lalu "Are you sure?", dan dengan tangkasnya tombol Yes dipencet. Bret! Otak kosong lagi, dan mulai lah hidup baru lagi.
Tapi itu kan ngga mungkin. Makanya galau ya tetap galau.
Nah Broji-Sistaji, pernah suatu saat si galau itu masuk ke level 9 dalam skala 10. Kepala berdenyut-denyut nyaingin degub jantung, menciptakan harmoni musik yang tak sedap. Eee..lagi kayak gitu, nemu buku kecil berbungkus kulit di atas meja: Al-Qur'an.. Tiba-tiba aja ni hati memprovokasi, buka! buka! buka! katanya. Ya udah dibuka deh tu Qur'an. Trus, mulai deh dibaca. Pelan-pelan.. kata per kata.. Terus, dibaca terjemahannya. Ahh, enjoy abiz Broji! Terasa ada yang mengalir di sela-sela hati. Serrr..dan tiba-tiba dunia seperti terang kembali. Bukan, bukan berarti masalah nya udah ilang. Tapi kita jadi lebih berani menghadapinya. You know why? sebab kita jadi serasa punya solusi. Entah apa solusi itu konkritnya, tapi terasa ada. Misalnya gini.. Kalau saya galau gara-gara banyak utang, nah bukan berarti setelah baca Qur'an trus tiba-tiba utangnya jadi lunas. Ngga. Tapi saya jadi tenang karena yakin bahwa Tuhan yang Kalam-Nya baru saja saya baca ini, pastilah Sang Pemberi Rezeki. Masa' iya saya bakal dibiarin terus tenggelam dalam utang. Jadi, Qur'an itu buat saya adalah obat hati. Ia bukan 'Tips & Trik', atau 'Rumus Singkat' yang menyajikan langkah-langkah teknis untuk menyelesaikan masalah saya. Ia terlalu 'rendah' kalau hanya untuk menjawab persoalan kita secara teknis. Ia jauh lebih dahsyat dari itu. Ia menyelesaikan persoalan langsung di pusatnya: hati. Kan kata Rasulullah, di dalam tubuh kita ini ada hati, jika ia baik maka semua akan oke, tapi kalau ia tidak baik niscaya semua jadi error. Nah, Qur'an ini langsung ke situ, ke hati kita.
Jadi, kalau galau lagi Broji-Sistaji, baca lah Qur'an. Insyaallah pasti tokcer. Suer!
Rabu, 16 Juli 2014
Soft Launching program "Maghrib Mengaji"
Alhamdulillah, berkat kemudahan dari Allah, program Maghrib Mengaji telah berhasil di-gong-kan. Senin, 14 Juli 2014 malam, bertepatan dg 17 Ramadhan 1435 H, bangunan dan jama'ah Masjid Baitul Muktamar menjadi saksi akan tumbuhnya suatu komunitas baru: komunitas pecinta Al-Qur'an.
Program yang dikreasi oleh Remaja Masjid Baitul Muktamar (Rebmar) ini, bermula dari keprihatinan akan fenomena jauhnya ummat dari Al-Qur'an. Jauh, bahkan jauh sekali. Hal inilah yang menyebabkan ummat kita 'gini-gini aja', tidak berhasil menjadi bangsa yang besar dan hebat, miskin dan tertindas, menjadi tontonan lucu-lucuan bangsa lain. Ya, semua yg terjadi di negeri ini serba lucu. Koruptor kelas kakap bebas berkeliaran, tapi pencuri (itu pun karena terpaksa) buah kakao bisa dipenjara. Lucu kan. Orang yang miskin prestasi tapi punya backing pejabat, bisa menjadi terkenal. Tapi siswa berprestasi yang menghasilkan karya nyata, hilang dalam senyap tanpa sedikitpun penghargaan.
Rebmar meyakini, jika hati-hati ummat kembali disirami dengan kesejukan Al-Quran, ia akan kembali hidup dan bergelora. Menggerakkan tubuh ummat ini, menyelesaikan tugas-tugas besarnya untuk menjadi rahmatan lil 'alamin.
Maka demikianlah, Maghrib Mengaji pun dirancang dan digulirkan. Ini program yang sederhana. Intinya, mengkondisikan masyarakat untuk menyempatkan tilawah quran, meski hanya sepenggal waktunya. Selepas menunaikan sholat maghrib, langsung membaca quran, sebelum melakukan hal yg lain. Jangan dulu nonton TV, jangan dulu makan malam, jangan dulu menyalakan HP. Pokoknya, langsung mengaji. Banyak atau sedikit, itu tidak masalah. Berapa pun yg bisa dibaca dari ayat-ayat al-quran, maka itu masih lebih baik daripada tidak sama sekali.
Kegiatan Maghrib Mengaji dapat dilaksanakan di rumah masing-masing, atau di kamar Kost, di ruang kantor, di balik etalase toko, atau pun di masjid. Jika ada warga yg ingin mengaji di Masjid Baitul Muktamar, insyaallah pengurus/rebmar akan sediakan SDM guru ngajinya. Setidaknya, mengaji berdasarkan pola tadarus-an, yaitu saling mengoreksi satu sama lain.
Rebmar yakin seyakin-yakinnya, jika kegiatan mengaji ini dapat kita lakukan rutin dalam hidup kita, hidup kita, bangsa kita, pekerjaan kita, bisnis kita, semuanya akan menjadi lebih baik. Insyaallah..
Jadi, sudahkah Anda mengaji hari ini? []
Program yang dikreasi oleh Remaja Masjid Baitul Muktamar (Rebmar) ini, bermula dari keprihatinan akan fenomena jauhnya ummat dari Al-Qur'an. Jauh, bahkan jauh sekali. Hal inilah yang menyebabkan ummat kita 'gini-gini aja', tidak berhasil menjadi bangsa yang besar dan hebat, miskin dan tertindas, menjadi tontonan lucu-lucuan bangsa lain. Ya, semua yg terjadi di negeri ini serba lucu. Koruptor kelas kakap bebas berkeliaran, tapi pencuri (itu pun karena terpaksa) buah kakao bisa dipenjara. Lucu kan. Orang yang miskin prestasi tapi punya backing pejabat, bisa menjadi terkenal. Tapi siswa berprestasi yang menghasilkan karya nyata, hilang dalam senyap tanpa sedikitpun penghargaan.
Rebmar meyakini, jika hati-hati ummat kembali disirami dengan kesejukan Al-Quran, ia akan kembali hidup dan bergelora. Menggerakkan tubuh ummat ini, menyelesaikan tugas-tugas besarnya untuk menjadi rahmatan lil 'alamin.
Maka demikianlah, Maghrib Mengaji pun dirancang dan digulirkan. Ini program yang sederhana. Intinya, mengkondisikan masyarakat untuk menyempatkan tilawah quran, meski hanya sepenggal waktunya. Selepas menunaikan sholat maghrib, langsung membaca quran, sebelum melakukan hal yg lain. Jangan dulu nonton TV, jangan dulu makan malam, jangan dulu menyalakan HP. Pokoknya, langsung mengaji. Banyak atau sedikit, itu tidak masalah. Berapa pun yg bisa dibaca dari ayat-ayat al-quran, maka itu masih lebih baik daripada tidak sama sekali.
Kegiatan Maghrib Mengaji dapat dilaksanakan di rumah masing-masing, atau di kamar Kost, di ruang kantor, di balik etalase toko, atau pun di masjid. Jika ada warga yg ingin mengaji di Masjid Baitul Muktamar, insyaallah pengurus/rebmar akan sediakan SDM guru ngajinya. Setidaknya, mengaji berdasarkan pola tadarus-an, yaitu saling mengoreksi satu sama lain.
Rebmar yakin seyakin-yakinnya, jika kegiatan mengaji ini dapat kita lakukan rutin dalam hidup kita, hidup kita, bangsa kita, pekerjaan kita, bisnis kita, semuanya akan menjadi lebih baik. Insyaallah..
Jadi, sudahkah Anda mengaji hari ini? []
Langganan:
Postingan (Atom)