Senin, 28 Juli 2014

Di hamparan sajadah Baitul Muktamar
Kubuka kembali lembaran surat cinta-Nya
Alif lam mim dan huruf lainnya
Sebulan yang penuh interaksi mesra:
   membaca, mentadabburi, dan menghafalnya
Tak sendiri, sering pula ada jamaah lain yang melakukan hal yg sama
Menit demi menit ba'da sholat subuh yang bergulir tak terasa
Di selingi sholat syuruq dan dhuha

Duhai, andai saja semua bulan adalah Ramadhan
Amboi, jika saja semua malam adalah Lailatul Qadar

Syawal, dan bulan selanjutnya
Adalah perjuangan yang sesungguhnya
Adakah mereka akan sama cemerlangnya dengan Ramadhan
Akankah ku mampu menghidupkannya dengan tahajjud dan tilawah
Bisakah kuwarnai dengan sedekah dan amalan sunnah

Tak kan
Tak kan kubiarkan iman ini
Kembali surut

Jumat, 18 Juli 2014

Qur'an itu obat

Bismillah..
Broji-Sistaji (brother sister yang suka mengaji, hehe).. pernah galau? Atau agak galau? Atau nyaris galau? Saya pernah donk. Itu buktinya saya manusia normal :)
Suatu ketika makhluk bernama galau itu datang menghampiri. Ciluk..Baaa! Dan tiba-tiba semua menjadi kusut dan semrawut, gelap dan lengket. Mau ngapain aja, ujung-ujungnya pasti ngga beres. Di titik itu, pengennya otak ini di-klik kanan, lalu pilih menu Format, dan muncul peringatan "Formatting your brain will remove all of your memory", lalu "Are you sure?", dan dengan tangkasnya tombol Yes dipencet. Bret! Otak kosong lagi, dan mulai lah hidup baru lagi.
Tapi itu kan ngga mungkin. Makanya galau ya tetap galau.
Nah Broji-Sistaji, pernah suatu saat si galau itu masuk ke level 9 dalam skala 10. Kepala berdenyut-denyut nyaingin degub jantung, menciptakan harmoni musik yang tak sedap. Eee..lagi kayak gitu, nemu buku kecil berbungkus kulit di atas meja: Al-Qur'an.. Tiba-tiba aja ni hati memprovokasi, buka! buka! buka! katanya. Ya udah dibuka deh tu Qur'an. Trus, mulai deh dibaca. Pelan-pelan.. kata per kata.. Terus, dibaca terjemahannya. Ahh, enjoy abiz Broji! Terasa ada yang mengalir di sela-sela hati. Serrr..dan tiba-tiba dunia seperti terang kembali. Bukan, bukan berarti masalah nya udah ilang. Tapi kita jadi lebih berani menghadapinya. You know why? sebab kita jadi serasa punya solusi. Entah apa solusi itu konkritnya, tapi terasa ada. Misalnya gini.. Kalau saya galau gara-gara banyak utang, nah bukan berarti setelah baca Qur'an trus tiba-tiba utangnya jadi lunas. Ngga. Tapi saya jadi tenang karena yakin bahwa Tuhan yang Kalam-Nya baru saja saya baca ini, pastilah Sang Pemberi Rezeki. Masa' iya saya bakal dibiarin terus tenggelam dalam utang. Jadi, Qur'an itu buat saya adalah obat hati. Ia bukan 'Tips & Trik', atau 'Rumus Singkat' yang menyajikan langkah-langkah teknis untuk menyelesaikan masalah saya. Ia terlalu 'rendah' kalau hanya untuk menjawab persoalan kita secara teknis. Ia jauh lebih dahsyat dari itu. Ia menyelesaikan persoalan langsung di pusatnya: hati. Kan kata Rasulullah, di dalam tubuh kita ini ada hati, jika ia baik maka semua akan oke, tapi kalau ia tidak baik niscaya semua jadi error. Nah, Qur'an ini langsung ke situ, ke hati kita.
Jadi, kalau galau lagi Broji-Sistaji, baca lah Qur'an. Insyaallah pasti tokcer. Suer!

Rabu, 16 Juli 2014

Soft Launching program "Maghrib Mengaji"

Alhamdulillah, berkat kemudahan dari Allah, program Maghrib Mengaji telah berhasil di-gong-kan. Senin, 14 Juli 2014 malam, bertepatan dg 17 Ramadhan 1435 H, bangunan dan jama'ah Masjid Baitul Muktamar menjadi saksi akan tumbuhnya suatu komunitas baru: komunitas pecinta Al-Qur'an.
Program yang dikreasi oleh Remaja Masjid Baitul Muktamar (Rebmar) ini, bermula dari keprihatinan akan fenomena jauhnya ummat dari Al-Qur'an. Jauh, bahkan jauh sekali. Hal inilah yang menyebabkan ummat kita 'gini-gini aja', tidak berhasil menjadi bangsa yang besar dan hebat, miskin dan tertindas, menjadi tontonan lucu-lucuan bangsa lain. Ya, semua yg terjadi di negeri ini serba lucu. Koruptor kelas kakap bebas berkeliaran, tapi pencuri (itu pun karena terpaksa) buah kakao bisa dipenjara. Lucu kan. Orang yang miskin prestasi tapi punya backing pejabat, bisa menjadi terkenal. Tapi siswa berprestasi yang menghasilkan karya nyata, hilang dalam senyap tanpa sedikitpun penghargaan.
Rebmar meyakini, jika hati-hati ummat kembali disirami dengan kesejukan Al-Quran, ia akan kembali hidup dan bergelora. Menggerakkan tubuh ummat ini, menyelesaikan tugas-tugas besarnya untuk menjadi rahmatan lil 'alamin.
Maka demikianlah, Maghrib Mengaji pun dirancang dan digulirkan. Ini program yang sederhana. Intinya, mengkondisikan masyarakat untuk menyempatkan tilawah quran, meski hanya sepenggal waktunya. Selepas menunaikan sholat maghrib, langsung membaca quran, sebelum melakukan hal yg lain. Jangan dulu nonton TV, jangan dulu makan malam, jangan dulu menyalakan HP. Pokoknya, langsung mengaji. Banyak atau sedikit, itu tidak masalah. Berapa pun yg bisa dibaca dari ayat-ayat al-quran, maka itu masih lebih baik daripada tidak sama sekali.
Kegiatan Maghrib Mengaji dapat dilaksanakan di rumah masing-masing, atau di kamar Kost, di ruang kantor, di balik etalase toko, atau pun di masjid. Jika ada warga yg ingin mengaji di Masjid Baitul Muktamar, insyaallah pengurus/rebmar akan sediakan SDM guru ngajinya. Setidaknya, mengaji berdasarkan pola tadarus-an, yaitu saling mengoreksi satu sama lain.
Rebmar yakin seyakin-yakinnya, jika kegiatan mengaji ini dapat kita lakukan rutin dalam hidup kita, hidup kita, bangsa kita, pekerjaan kita, bisnis kita, semuanya akan menjadi lebih baik. Insyaallah..
Jadi, sudahkah Anda mengaji hari ini? []