Alhamdulillah, program Maghrib Mengaji hari perdana telah terlaksana. Berikut liputannya..
BAITULMUKTAMAR - Jamaah sholat, bangunan masjid, bahkan hewan melata yang ada di dinding masjid, semua menjadi saksi atas terlaksananya program Maghrib Mengaji hari perdana, yang bertepatan pada hari Ahad 10 Agustus 2014, atau 14 Syawal 1435 H.
Hanya beberapa saat setelah pelaksanaan sholat maghrib, salah seorang pengurus masjid -Sony Martin- mengumumkan himbauan kepada kaum muslim di lingkungan masjid Baitul Muktamar, baik yg mengikuti sholat berjamaah di masjid maupun yg berada di rumah, kamar kost, warung, dll, untuk menyempatkan diri membaca alqur'an selepas melaksanakan sholat maghrib, sebelum hal yang lain. Jangan dulu mengambil makan malam, jangan membuka HP/gadget, jangan menyalakan TV, dll. Langsung, baca alqur'an. Adapun jamaah sholat maghrib, dihimbau untuk tetap berada di masjid dan membaca alqur'an, baik sendiri-sendiri maupun bersama (seperti tadarusan di bulan ramadhan).
Di awal pertemuan tadi, Sony memberikan penjelasan bahwa inti dari program ini adalah: JANGAN SAMPAI ADA SATU HARI YANG TERLEWATKAN TANPA MEMBACA AL-QUR'AN, meskipun hanya satu ayat. Biarpun sedikit, asalkan konsisten setiap hari. Ditambahkan oleh Sony, alasan pemilihan waktu ba'da maghrib adalah karena di waktu-waktu yg lain relatif lebih sulit kondisinya. Ba'da shubuh, sebagian besar sedang bersiap untuk berangkat sekolah atau kerja. Ba'da zhuhur dan ashar, sedang berada di lingkungan kerja / sekolah. Ba'da isya, sebagian warga sudah bersiap untuk istirahat. Maka ba'da maghrib adalah yang paling ideal untuk perguliran program ini. Tentu saja, bukan berarti membatasi waktu dalam berinteraksi dengan al-qur'an. Namun program ini hanya stimulan agar kaum muslimin kembali mengisi hari-harinya dengan alqur'an.
Adapun teknis program ini,dapat dilaksanakan dengan beberapa model:
-mengaji bersama-sama di masjid (seperti tadarusan di bulan ramadhan)
-mengaji sendiri-sendiri di masjid
-mengaji di masjid dengan dibimbing oleh guru tahsin (insyaallah sedang dirancang mekanisme nya)
-mengaji sendiri-sendiri di rumah, kamar kost, warung, tempat kerja, dll
-mengaji bersama keluarga di rumah (melibatkan ayah-ibu-anak dll)
-dll, silakan dikreasikan sendiri
Sony juga memaparkan, bahwa pengurus masjid mencoba memahami juga situasi kondisi yang ada, misalnya: adanya jamaah yang mungkin masih malu karena bacaannya masih belum baik, atau umur yang sudah lansia, atau lebih suka melakukan tilawah sendiri. Maka untuk hal seperti ini, menurut Sony, sama sekali tidak menjadi penghalang untuk ikut ambil bagian dalam program yang sangat baik ini. Tidak ada paksaan untuk harus ikut forum tadarus menggunakan mike dan suaranya diperdengarkan hingga ke lingkungan sekitar masjid. Tidak mesti juga ikut mengaji bersama, dimana nanti akan bertemu berbagai usia (sangat boleh jadi seorang nenek akan bertemu dengan cucunya) maka silakan mengaji sendiri-sendiri. Tidak juga harus ikut dari selesai maghrib hingga sampai masuk waktu isya, silakan jalani sesuai waktu dan kesibukan yang ada.
Selama pelaksanaan tadarus di masjid tadi, pengurus masjid sengaja memperdengarkan suara tilawah ke lingkungan masjid, menggunakan speaker yang biasa digunakan untuk adzan. "Hal ini dimaksudkan dalam rangka syi'ar dan untuk menciptakan suasana membaca alqur'an. Setidaknya, warga yang berada di rumah, mahasiswa yang ada di kamar kost nya, menjadi ingat untuk membaca alqur'an dikarenakan mendengar suara tadarusan dari masjid", Sony menuntaskan penjelasannya.
Insyaallah program ini akan dilaksanakan setiap hari. Perkembangan beberapa waktu ke depan akan menjadi pertimbangan dan masukan untuk menyempurnakan pelaksanaan program ini. Mari dukung dan gabung dalam aktifitas kebaikan ini. []
Tidak ada komentar:
Posting Komentar